Minggu, 17 Juni 2012

Ayo, Minum Susu... Susu Inovasi yang Sehat dan Halal untuk Pertumbuhan Anak

Sudah lama saya ingin menulis tentang susu formula anak. Kebetulan ada lomba blog yang berkaitan dengan ini. Susu adalah minuman favorit saya sejak kecil. Ibu saya pernah mengatakan, bahwa di antara anak-anaknya, saya-lah anak yang paling suka minum susu. Namun, saat itu, susu masih menjadi makanan mahal untuk ukuran keluarga kami. Ibu memberi susu secara rutin, dimulai dari usia dua tahun, setelah disapih dari ASI, sampai kami duduk di bangku sekolah dasar. Kemudian, kadang-kadang saja Ibu memberikan susu, terutama ketika akan ujian sekolah. Kata Ibu, otak kami bisa lebih “cling” kalau minum susu sebelum ujian. 

Sidiq, 3 tahun, minum susu pakai biskuit
Apa pun itu, saya senang sekali manakala bisa minum susu menjelang ujian. Susu yang diberikan oleh Ibu adalah susu kental manis Frisian Flag, yang harganya terjangkau oleh orang tua saya. Saya ingat sekali, susu itu harus diletakkan di atas tatakan cangkir yang diisi air, untuk mencegah semut berdatangan. Susu Bendera, demikian kami menyebutnya, adalah susu yang merakyat, karena hampir sebagian besar orang meminumnya.

Saking senangnya minum susu, saya pernah merasa iri melihat teman sepermainan yang bisa rutin minum susu tiga kali sehari. Di mata saya, susu seperti es krim, begitu menggoda untuk diminum. Kedua teman saya itu, kebetulan anak orang dari ekonomi menengah ke atas. Di usia yang sebaya, tubuh mereka lebih tinggi dan berisi. Genetik dari orang tua, rasanya tidak juga, karena orang tua mereka justru bertubuh pendek. Ibu saya mengatakan, mungkin itu disebabkan karena mereka rutin minum susu. Dan saya menyimpan ucapan Ibu sampai dewasa. Kelak, anak-anak saya juga harus rutin minum susu.

Susu, dipercaya mengandung kalsium, vitamin, dan protein yang bermanfaat untuk pertumbuhan tubuh, terutama pertumbuhan tulang dan gigi. Susu menjadi pelengkap hidangan sehari-hari.   Di Indonesia, susu yang paling banyak dikonsumsi adalah susu sapi, meski ada juga yang mengkonsumsi susu kambing atau domba. Susu kedelai, juga menjadi alternatif pilihan, terutama bagi penganut vegetarian. Susu kedelai sebenarnya bukanlah susu, melainkan sari dari biji kedelai. Warnanya yang putih, membuatnya kerap disebut “susu.” Susu kedelai dipercaya mengandung protein nabati. 

Susu mengandung protein hewani, yang bermanfaat bagi perkembangan sel-sel tubuh dan mencegah penyakit, terutama penyakit kwashiorkor dan marasmus. Kwashiorkor adalah penyakit yang biasanya diderita oleh bayi dan anak, terutama di usia 6 bulan-3 tahun. Berupa pembengkakan pada kaki dan tangan, wajah sembab dan otot yang kendur, serta rambut rapuh dan kemerahan. Pertanda anak kekurangan gizi. Sedangkan, anak yang menderita penyakit marasmus, menandakan ciri sebaliknya, tubuh kurus dan wajah tampak lebih tua dari usia sebenarnya. [1]

ASI, yang Pertama dan Utama
Air Susu Ibu, adalah susu alami yang diproduksi dari payudara ibu, sebagai makanan pertama untuk bayi baru lahir. Di dalam agama Islam, dianjurkan untuk memberikan ASI sampai usia dua tahun. Manfaat ASI sudah tidak diragukan lagi bagi pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak bayi. Bayi baru lahir tidak bisa diberikan makanan padat, karena belum bisa mengunyah. Pencernaan bayi belum sempurna. Satu-satunya makanan yang cocok adalah ASI. ASI mengandung zat makanan yang dibutuhkan oleh bayi. Semakin diisap, ASI akan semakin banyak diproduksi. Jadi, para ibu tidak perlu khawatir bayinya kekurangan makanan, meski hanya diberikan ASI. Pemberian ASI secara rutin, langsung dari payudara ibu, juga mengeratkan keintiman dan menguatkan kasih sayang antara ibu dan bayi. 

Selain berguna untuk bayi, ASI juga berguna untuk ibunya sendiri. Setelah melahirkan, payudara ibu secara otomatis akan mengeluarkan ASI. Produksi ASI itu sudah dimulai sejak ibu mengandung. Pemberian ASI, juga mempercepat proses pemulihan ibu yang baru melahirkan. Rahim akan kembali ke bentuknya semula dengan cepat dan menghentikan pendarahan, apabila ibu rutin memberikan ASI. Pada sebagian ibu, ASI juga menjadi KB alami. Apabila hormon menyusuinya dapat bekerja untuk menghentikan menstruasi, maka ibu tidak perlu menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Memberikan ASI juga dapat mencegah kanker payudara dan kanker rahim pada ibu. [2]

Fenomena ibu bekerja dan kurangnya pengetahuan akan pentingnya memberikan ASI kepada bayi, yang menyebabkan banyak bayi menderita kekurangan gizi, membuat pemerintah menganjurkan pemberian ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan. Bayi hanya boleh diberikan ASI selama 6 bulan. ASI saja sudah cukup untuk tumbuh kembang bayi, karena pada kurun waktu itu, kualitas ASI masih bagus. Kini, telah banyak ibu bekerja yang mengusahakan seoptimal mungkin pemberian ASI Eksklusif 6 bulan, melalui perah ASI. ASI diperah secara rutin, disimpan di dalam botol, dibekukan di freezer, lalu diberikan kepada bayi menggunakan botol susu, setelah dipanaskan. Pemanasan ASI dilakukan dengan cara merendam botol berisi ASI di dalam air panas yang sudah diangkat dari kompor. Bukan di dalam air yang masih mendidih di atas kompor. 

Namun, tetap saja, menyusui langsung dari payudara ibu lebih baik dibandingkan ASI perah yang diminum dari botol. ASI yang diisap langsung dari payudara ibu, kualitasnya masih bagus, di samping juga lebih mengeratkan kasih sayang di antara ibu dan anak.  Oleh karena itu, bila ibu ada di rumah, sebaiknya tetap menyusui bayinya secara langsung. ASI perah hanya diberikan apabila ibu sedang jauh dari bayi. Bagi para ibu yang tidak punya kendala apa pun dalam pemberian ASI, ayo semangat memberikan ASI untuk buah hatinya demi masa depan mereka. 

Di atas usia 6 bulan, bayi membutuhkan asupan makanan tambahan, selain ASI. Kualitas ASI pun menurun seiring bertambahnya waktu. Sehingga, dianjurkan untuk memberikan MPASI, atau Makanan Pendamping ASI. MPASI yang diberikan, disesuaikan dengan usia dan pencernaan bayi. Dimulai dari bubur lembut, setengah padat, hingga padat. 

Susu Formula, Alternatif Pilihan
Sayangnya, tidak semua bayi beruntung mendapatkan ASI. Misalnya saja, bayi yang ditinggalkan oleh ibunya, baik oleh sebab kematian maupun lainnya.  Donor ASI, adalah salah satu jawaban atas permasalahan tersebut. Donor ASI, bisa diartikan, pemberian ASI kepada bayi oleh ibu susu, bukan ibu kandungnya. Nabi Muhammad SAW, juga mendapatkan ASI dari ibu susu, yaitu Halimatussa’diyah. Jadi, pemberian donor ASI ini diperbolehkan dalam Islam, dengan memperhatikan beberapa ketentuan. Pertama, bayi susu dengan bayi kandung si ibu susu, akan terjalin hubungan saudara sepersusuan, atau hubungan mahram. Hal ini harus diberitahukan kepada bayi-bayi itu, kelak saat mereka sudah besar. Terutama bila ada perbedaan jenis kelamin di antara keduanya, otomatis tidak dapat menikah karena ada hubungan saudara sepersusuan. 

Kedua, ASI dapat menularkan penyakit menular dan berbahaya, dari ibu susu kepada bayi. Jadi, ibu susu yang dipilih harus bebas dari penyakit menular dan berbahaya, seperti HIV/ AIDS, Hepatitis, TBC, dan sebagainya. ASI juga membawa sifat genetik si ibu susu, maka diharuskan memilih ibu susu yang berakhlak baik. Ketiga, harus ada pencatatan mengenai siapa saja yang telah mendonorkan ASI-nya kepada si bayi, apabila bayi mendapatkan donor ASI dari dua atau lebih ibu susu. Hal ini dikarenakan terjadinya hubungan mahram antara bayi donor dengan bayi kandung si ibu susu.  [3]

Apabila kesulitan menemukan ibu susu, maka alternatif lainnya adalah memberikan susu formula khusus bayi. Susu formula adalah susu segar yang telah dikeringkan menjadi bubuk agar lebih awet, disertai penambahan zat-zat lainnya. Susu formula bayi ditambahkan zat-zat yang serupa dengan zat-zat yang dikandung oleh ASI, meski tetap tak bisa menyaingi ASI. Setidaknya, pemberian susu formula bisa menyelamatkan nyawa bayi yang tidak mendapatkan ASI karena darurat. 

Pemberian susu formula ini disesuaikan dengan umur bayi. Hal ini harus diperhatikan benar-benar, karena pencernaan bayi belum sempurna. Misalnya, bayi baru lahir diberikan susu formula untuk bayi baru lahir. Pengelompokan usianya sebagai berikut: 

1.       Usia 1-6 bulan
2.       Usia 6 bulan-1 tahun
3.       Usia 1-3 tahun
4.       Usia 4-6 tahun    

Kandungan susu formula itu berbeda-beda tergantung usia bayi. Jangan berikan susu formula untuk bayi berusia 1 tahun, kepada bayi berusia 1 bulan, karena bisa mengganggu pencernaan bayi dan berakibat fatal. Takaran susu yang diberikan pun harus sesuai dengan petunjuk penggunaan, tidak lebih dan tidak kurang. Begitu juga dengan penggunaan botol susu. Harus dicuci bersih dan disterilisasi menggunakan alat khusus atau direbus dalam air mendidih. [4] 

Sedangkan, pada bayi usia 1 tahun ke atas, pencernaannya sudah lebih sempurna. Pilihan susu formula untuk anak usia 123 456, salah satunya adalah Frisian Flag dengan Isomaltulosa, inovasi pertama di Indonesia untuk susu pertumbuhan anak. Mengandung nutrisi berbasis karbohidrat yang telah teruji klinis dapat memberikan manfaat positif terhadap kinerja kognitif anak, terutama konsentrasi dan daya ingat. 

Frisian Flag telah berpengalaman selama 90 tahun sebagai ahli nutrisi anak berbasis susu. Susu Frisian Flag inovasi baru ini, selain mengandung nutrisi makro berbasis susu, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak, juga mengandung nutrisi mikro, yaitu ALA/LA Asam Lemak Esensial, Kolin, Prebiotik Inulin, Vitamin C dan E, Kalsium, dan Vitamin D. Dan kini ditambahkan Isomaltulosa, yang telah teruji klinis di Malaysia dan Indonesia, dengan takaran 2,5-5 gram. Isomaltulosa terbuat dari sukrosa bersumber bahan alami tanaman bit melalui proses enzimatis dengan bantuan mikroba protaminbacteructum. Para peneliti dari Unit Riset Fakultas Kedokteran Indonesia telah meneliti bahwa Isomaltulosa di dalam susu yang diminum oleh anak, dapat mempertahankan daya ingat dan konsentrasi anak hingga tiga jam, dibandingkan anak yang tidak minum susu.  [5]    

Isomaltulosa tidak menyebabkan obesitas dan tidak membawa keasaman dalam mulut yang menyebabkan kerusakan gigi. Isomaltulosa menghasilkan glukosa alami yang mempunyai respon glikemik rendah dan lebih lambat diproses dalam tubuh. [6]

Pentingnya Halal dan Baik
Bagi seorang muslim, diperintahkan untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik, sebagai wujud ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Makanan halal, artinya makanan yang diperbolehkan dikonsumsi menurut Al Quran dan Hadis. Sedangkan makanan yang baik, adalah makanan yang masih boleh dikonsumsi, belum kadaluarsa, dan tidak berbahaya bagi tubuh. Makanan halal, bila sudah kadaluarsa, berarti tidak baik untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, kita wajib untuk mengkonsumsi makanan yang bukan hanya halal, tapi juga baik. [7]

Susu sapi, tergolong makanan yang halal dan baik. Namun, ketika susu sapi murni diolah menjadi susu formula dan mendapatkan tambahan zat-zat lain, zat-zat tambahan inilah yang harus dicermati kehalalannya. Misalnya saja penambahan vitamin, mineral, asam amino, dan flavor, yang bisa jadi berasal dari hewan. Tumbuhan, sintetik, atau mikrobakterial. Bila dari hewan, harus dilihat jenis hewan dan penyembelihannya. Beberapa vitamin juga bersifat kurang stabil dalam pengolahannya, sehingga memerlukan bahan  pelapis. Bahan pelapis ini berasal dari gelatin sapi atau babi. Harus diketahui apakah gelatin yang digunakan itu dari sapi atau babi. Kalau dari babi, sudah tentu susu formula itu haram. [8]

Tentunya, akan sulit bagi kita memilih susu formula yang halal dan baik, bila kita menyelidiki sendiri kehalalan susu formula tersebut. Oleh karena itu, dibentuklah BPOM MUI, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan ketentraman batin umat dalam mengkonsumsi produk makanan, kosmetika, obat, yang halal. LPPOM MUI didirikan pada tanggal 6 Januari 1989, dan mengeluarkan sertifikat halalpertamanya pada tahun 1994. [9] 

Sebagai negara dengan penganut Islam terbanyak, diharapkan para produsen obat, makanan, dan kosmetika mendaftarkan produk mereka ke BPOM MUI untuk menjamin kehalalan produknya. Produsen yang mendaftarkan produknya ke BPOM MUI, akan mendapatkan sertifikat halal setelah melalui prosedur sertifikasi halal. Apabila produsen sudah mendapatkan sertifikat halal, maka diperbolehkan untuk mencantumkan label halal BPOM MUI pada produknya, sebagai jaminan bahwa produknya adalah produk halal. BPOM MUI tidak sembarangan dalam memberikan sertifikat halal. BPOM MUI akan melakukan pemeriksaan langsung ke tempat produksi pada saat produk sedang diproduksi, sehingga dapat diketahui cara pembuatan dan bahan-bahan yang digunakan. Lalu, diadakan sidang komisi fatwa MUI untuk memutuskan kehalalan produk tersebut. [10] 

Susu Frisian Flag 123 456 dengan Isomaltulosa, telah memiliki sertifikat halal BPOM MUI, yang ditandai dengan pencantuman logo halal BPOM MUI pada tiap kemasannya. Jadi, kehalalannya sudah tidak diragukan lagi. 

Kombinasi Seimbang untuk Anak yang Sehat, Cerdas, dan Kuat
Akhir kata, makanan bergizi adalah asupan penting untuk menciptakan anak yang sehat, cerdas, dan kuat. Stimulasi dari orang tua, adalah hal penting lainnya. Makanan bergizi didapatkan dari makanan padat yang mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan zat-zat pembangun tubuh lainnya. Susu, adalah penyempurna dari makanan bergizi. Makanan padat bergizi ditambah susu, insya Allah akan mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak kita. Tubuhnya menjadi sehat dan kuat, otaknya pun cerdas. 
Ismail, 4 tahun, sudah pintar menggambar dan menulis

Alhamdulillah, kedua anak saya mendapatkan ASI Eksklusif, yang dilanjutkan dengan susu pertumbuhan untuk usia 123 456.  Anak pertama mendapatkan ASI Eksklusif selama lima bulan, karena kemudian saya positif hamil anak kedua, dan disarankan untuk tidak memberikan ASI lagi. Tentu saja kondisi ini berbeda-beda bagi setiap ibu. Apabila kondisi ibu hamil masih sanggup untuk menyusui, tak mengapa untuk tetap menyusui meskipun sedang hamil. Sedangkan kondisi saya waktu itu mengalami proses mengidam yang berat, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukannya. Anak pertama pun beralih ke susu formula, hingga sekarang usianya 4 tahun, dengan pemberian susu yang sesuai usianya. 

Anak kedua mendapatkan ASI Eksklusif hingga dua tahun lebih. Setelah disapih, dilanjutkan dengan susu formula untuk melengkapi makanannya. Tentu saja, selain minum susu, anak-anak juga makan makanan padat bergizi. Kadang kala ada saatnya mereka susah makan, tetapi saya coba bersabar menghadapinya. Kombinasi nasi, sayur, ikan, dan buah-buahan, kami usahakan dikonsumsi anak-anak setiap harinya. Minum susu pun masih menjadi rutinitas. Selain susu bubuk, kadang-kadang kami juga berikan susu UHT, susu murni, dan makanan yang mengandung susu. Orang tua mana pun, pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog Halal is My Life. Klik banner di bawah ini untuk mendapatkan informasi lombanya: 

 





19 komentar:

  1. Lengkap benar ulasannya mbak Ela, plus sumber-sumber yang akurat.
    Semoga menang ya ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. makasih, mba Eky.. ini nulisnya spesial jg, kayak lg nyusun tesis :D

      Hapus
  2. kerenn..smoga menang mbak ela.aamiin

    BalasHapus
  3. lengkap sekali ulasannya..keren, sukses Bu

    BalasHapus
  4. makasih, bu ety/... sama-sama semoga sukses jg

    BalasHapus
  5. semoga menang mba ley ...
    ayoooh diriku semangat.. semangat.. kejar lomba iniihhh!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaamiiin..... ayo, mba risa... semangaat

      Hapus
  6. Wiiii lengkap amat mbak. Bakal menang nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiiin... moga-moga gak drop ya klo ternyata gak menang :D

      Hapus
  7. Keren tulisannya, Mbak. Kayaknya juara nih.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaamiin.. mba linda, ayo semangat nulis lagii

      Hapus
  8. wah, kalo seperti ini, pasti anak-anaknya akan terlihat sehat. sebab tak terlepas dari kebutuhan mendasarnya, yakni susu... hehe ditunggu kunjungannya di http://infodi.blogdetik.com

    BalasHapus
  9. Mantap Tulisannya...salam kenal Dari One SM
    http://iwansmtri.blogspot.com/2012/06/frisian-flag-susu-inovasi-yang-sehat.html?spref=tw

    BalasHapus
  10. selamat yah mba, dapet mersendes :D

    BalasHapus
  11. artikel mantap mba
    lam kenal ya? jika ada kontes kita dikasih tahu ya mba, thanks

    http://filmtitanic.blogdetik.com/

    BalasHapus
  12. Lengkap banget yah nulisnya...
    Kalau mau nulis tentang susu lagi.. kayanya mbak musti ikutan yang ini deh, lomba blog susu Tigermilkuat. http://bit.ly/tigermilkuat

    BalasHapus
  13. great article. susu memang banyak manfaat dan gizinya bagi anak2 yang dalam masa pertumbuhan ^^ reagrds.

    Konsultan Pajak

    BalasHapus

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....