Rabu, 17 Juli 2013

Aku Ingin Menjadi Penghapal Al Quran


Ramadan terakhir. Sungguh, saya tak ingin menjadikan Ramadan tahun ini sebagai Ramadan terakhir. Masih banyak perbaikan yang belum saya lakukan, masih banyak target yang belum  tercapai. Saya ingin masih diberikan kesempatan merayakan Ramadan di tahun-tahun depan. Namun, saya tetap harus beribadah semaksimal mungkin, termasuk di dalam bulan Ramadan kali ini, seakan-akan ini adalah Ramadan terakhir. 


Impian saya yang belum terpenuhi sampai sekarang adalah menghapalkan Al Quran. Saya sudah memiliki impian itu semenjak kuliah, dan sampai sekarang hapalan saya masih itu-itu saja. Al Quran adalah satu-satunya kitab yang mudah dihapal, karena susunan kata-katanya yang indah, melebihi rangkaian syair para pujangga. Mukjizat Al Quran, salah satunya adalah dapat dihapal. Allah telah berjanji untuk menjaga keotentikan Al Quran. Tak ada seorang pun yang bisa menambahi, mengurangi, dan memalsukan Al Quran, karena kitab itu bukan sekadar firman-firman Allah di dalam sebuah buku, melainkan disimpan di dalam otak para penghapal Al Quran (Hafidz dan hafidzah). Allah memberikan kemampuan kepada orang-orang pilihan untuk menyimpan Al Quran di dalam memori mereka, sehingga Al Quran tak pernah dapat dipalsukan.

Saya ingin menjadi bagian dari orang-orang mulia itu. Orang-orang yang telah mendapatkan kavling di surga, sebanyak hapalan Al Quran-nya. Orang-orang yang memberikan mahkota kepada kedua orang tuanya. Orang-orang yang jasadnya kelak terpelihara dari cacing-cacing tanah, sehingga apabila kuburnya digali kembali setelah bertahun-tahun dikuburkan, tubuhnya masih utuh seperti baru pertama dikubur. Masya Allah. Begitu tinggi derajat para penghapal Al Quran. Di dalam hadis juga disebutkan, bahwa kita hanya boleh iri kepada dua orang ini: penghapal Al Quran dan orang kaya yang mendermakan hartanya untuk agamanya. 

Bila saja ini Ramadan terakhir saya, saya ingin bisa menghapalkan Al Quran. Saya ingin lidah ini fasih melantunkan ayat-ayat-Nya tanpa melihat kitab lagi.  “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu hapalan seperti hapalan para nabi, kepahaman seperti kepahaman para Rasul, dan ilham seperti ilhamnya para malaikat muqorrobiin… aamiin….”

Allahu Akbar! Bukankah di bulan yang mulia ini, doa-doa akan lebih mudah dikabulkan? Semoga dengan mengabarkan keinginan saya ini, keinginan yang telah dituliskan ini dapat dengan mudah terkabul.  Ayo sambut dan jalani Ramadan dengan ceria, mintalah semua kebaikan, insya Allah terkabul. Aamiin.. aamin.. aamiin...

Tulisan ini diikutsertakan dalam:

7 komentar:

  1. Amin.. Ya Robbal Alamin.. aku doakan semoga keinginan baikmu terwujud sist.. dan Allah SWT. segera mendengar doamu.. :)

    BalasHapus
  2. Barakallah mbak Leyla, Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

    BalasHapus
  3. Semoga cita citanya tercapai mbak...Amin..

    BalasHapus
  4. semoga menang GAnya ya mbak, doaku dibulan ramadhan nih smeoga terkabul :)

    BalasHapus
  5. Mak Lina, Mak Niken, Mas Imam, Mak Lidya, makasih sudah ikut mengaminkan ya. Terharu.. :')

    BalasHapus
  6. Aamiin.. Aamiin YRA. Semoga do'a2 yg kita panjatkan akan dikabulkan Allah SWT.

    BalasHapus

Terima kasih atas komentarnya.
Mohon gunakan kata-kata yang sopan dan santun yaaa.....